SYAMSUHRI : DENGAN ILMU PRP , BANGUN KONSORSIUM UNTUK MENJADI IDOLA SISWA DIKLAT DDWK BAGI GURU

Inmas (Kemenag Mamuju) Kementerian Agama Kabupaten Mamuju bekerjasama Balai Diklat Keagamaan (BDK) Makassar  mengelar diklat kerja teknis substantif penyusunan rencana pembelajaran (RPP) bagi guru agama Madrasah sekab Mamuju sebanyak 40 peserta utusan dari Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Tsanawiyah (MTs),Madrasah Ibtidayyah(MI), Madrasah Raudhatul Atfal (RA). Kegiatan tersebut digelar selama enam (6) hari di Aula Kemenag Mamuju.
Diklat dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan keterampilan dan sikap guru madrasah agar dapat melaksanakan tugasnya secara profesional dan kompeten dibidangnya. Ungkap H.Abdul Majid, Ketua Panitia.
Syamsuhri, Kakan Kemenag Mamuju mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan diklat ditempat wilayah kerja, sebagai upaya untuk melakukan pembinaan kepada guru terkait penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, “Kegiatan ini sangat penting dan bermanfaat bagi guru madrasah karena menyangkut kompetensi guru, olehnya itu kita berharap agar program DDTW tahun mendatang Kemenag Kab. Mamuju tetap mendapat jatah untuk menyelenggarakan kegiatan diklat ditempat kerja, “harap Syamsuhri.
Lebih lanjut Syamsuhri mengatakann sangatlah beruntung bagi guru yang mendapatkan ilmu tentang kompetensi guru sehingga lebih berkualitas dan siswa yang diajar dapat berkualitas pula, olehnya itu apa yang didapat dalam diklat ini harus diwariskan kepada guru yang belum ikut dalam kegiatan ini. “ilmu yang didapat dalam diklat ini harus dipraktekkan dan disosialisasikan terutama sosialisasikan tentang penyusunan RPP , ” Pintah Syamsuhri
“Bangun konsorsium agar ilmu tentang RPP yang dimiliki para guru MA, MTs, MI dan RA sehingga dengan wawasan  dan metode yang baik dapat menjadi idola bagi siswa, karena siswa dengan guru adalah relasi motivasi  bukan relasi ilmu pengetahuan, jadi guru harus tampil sebagai motivator ulung,” ungkapnya
Dikatakan Syamsuhri,  berbaga penelitian menyatakan bahwa sumber kecerdasan siswa ada pada motivasi, dan ukuran kecerdasan anak tidak diukur dari kemampuan menghitung atau belajar ilmu eksakta. Sebelum K13,  kecerdasan anak diukur dari kemampuan menyelesaikan eksakta. Sedangkan target dari K13 adalah melakukan perubahan perilaku, olehnya itu cara untuk melakukan perubahan perilaku anak, guru harus memiliki wawasan yang baik.
Dipenghujung kegiatan,  salah satu perwakilan peserta diklat menyampaikan bahwa, sangat bersyukur  dengan hadirnya kegiatan DDWK yang dilaksanakan dikab. Mamuju, karena banyak mendapatkan ilmu pengetahuan yang sangat bermamfaat bagi kami sebagai guru  dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran , ilmu pengetahuan tentang tekhis penyusunan RPP yang sebelumnya kami belum tahu akhirnya menjadi akhirnya tahu.  dan ilmu yang didapat akan diaplikasikan ditempat kerja. Semoga DDWK selalu hadir di Kab. Mamuju. (de