Sosialisasi Penguatan Empat Pilar Kebangsaan Bagi Aparatur Sipil Negara

Mamuju (Inmas Kemenag Mamuju) Sosialisasi Penguatan Empat Pilar Kebangsaan Bagi Aparatur Sipil Negara digelar dikantor Kemenag Mamuju 7/10/2019,  sebagai upaya untuk menjadikan ASN  sebagai Agen soaialisasi kepada masyarakat untuk menselaraskan ajaran agama dan Panca Sila, dimana agama dan Panca Sila tidak boleh dipertentangkan, karena agama dan Panca Sila tidak dapat dipisahkan .

Sosialisasi ini diikuti oleh 30 peserta masing masing utusan dari KUA. Madrasah, penyuluh dan pejabat pelaksana Kab. Mamuju, dengan 3 Narasumber yaitu DR.H.Mufli B Fattah, MM. Ka, Kanwil Kemenag Prov. Sulbar, DR. H.Syamsuhri Halim, M.Pd Ka.Kankemenag Mamuju, H.Adhar, S.Ag.M.Si. Ka. Subag TU Kemenag Mamuju

Ka.Kanwil Kemenag Prov. Sulbar kembali merefres dengan mengajak ASN untuk memahami Empat pilar secara totalitas dalam hidup berbangsa dan bernegara untuk mengimplementasikan dan mengaktualisasikan Empat Pilar yang tercakup didalamnya  Panca Sila, UUD1945, NKRI. Bihneka Tunggal ika agar dapat terjaga dengan baik, ungkap Mufli

lanjut mengingatkan “ASN Kemenag tetap berada pada faham moderat, tidak cepat terprovokasi, dan menjauhkan Mindset untuk merubah Panca Sila dengan  idiologi yang lain, karena  bangsa Indonesia hidup dalam keberagaman  budaya, ras dan agama”. olehnya itu kita sebagai bangsa Indonesia harus tetap menjujung tinggi dan memelihara keberagaman tersebut

Menurut mufli,  tugas kita adalah untuk membangun manusia yang berkarakter atau bermoral yakni dimulai dari lingkungan keluarga masing-masing, “karena kuatnya suatu bangsa ditentukan dari kuatnya rumah tangga” yaitu Rumah tangga yang sakina mawaddah wa rahma.

Uuntuk itu harus menanamkan  rasa nasionalime kepada anak-anak baik melalui pendidikan formal maupun non formal untuk membentuk genarasi bangsa yang berkarakter untuk menangkal faham radikal yang ingin mencederai panca Sila Dan Agama rahmatan lil alamin, jelasnya Mufli

Lanjut dari itu Syamsuhri  menyampaikan bahwa  negara berkewajiban membentuk masyarakatnya menjadi agamais dan panca silais melalui penataran Penghayatan pengamalan Panca Sila untuk menegakkan empat pilar kebangsaan dalam negara RI, seperti apa yang pernah dilakukan pada tahun tahun sebelumnya, ungkapnya

Adapun Empat pilar kebangsaan: Panca Sila, UUD 1945, NKRI dan Bihneka Tunggal IKA. penting untuk dipahami dan ditanamkan pada seluruh generasi bangsa Indonesia, mengingat bangsa Indonesia memiliki tantangan yang berat dari sekolompok orang yang memiliki kepentingan yang dapat melunturkan pemahaman kebangsaan kita

Olehnya itu kita harus menjadi agen kementerian agama untuk hadir ditengah masyarakat untuk menyampaikan bahwa tidak ada pertentangan antara Panca Sila dengan agama yaitu; Islam, Kristen, Hindu dan Budha .

Menurut kepala kantor agama dan Panca sila tidak bisa dipisahkan, karena agama sebagai keyakinan yang menjadi penginspirasi lahirnya sebuah negara, dan panca Sila sebagai negara  yang tertib hukum yang memiliki 5 agama yang ada di Indonesia

Maka diharapkan kepada seluruh penganut agama untuk membangun mata rantai dengan hubungan yang bersinergi antara pemganut agama dengan satu dan yang lainnya untuk  membangun moderasi beragama  yang merupakan ajaran kemaslahatan dan kedamaian dalam hidup berbangsa dan bernegara. kata Syamsuhri  (dr)