SOSIALISASI CIRI-CIRI KEASLIAN UANG RUPIAH TAHUN EMISI 2016

Inmas (Mamuju), Uang rupiah yang beredar dalam masyarakat telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 19 Desember 2016. Isu yang beredar sekaitan dengan maraknya berita palsu atau hoax yang diberitakan di media sosial dan media elektonik yang berindikasi  memecahkan persatuan dan kesatuan. Bank Indonesia sebagai sentral RI bertugas menjaga kestabilan sistem keuangan yang bertujuan mensejahterakan masyarakat, telah berupaya mensosialisasikan ciri-ciri akan kebenaran dan sahnya uang rupiah tahun emisi 2016 sebagai alat pembayaran dan sebagai simbol dari kedaulatan negara Indonesia yang harus dihargai, dihormati dan dibanggakan oleh Bangsa Indonesia.
Sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah tahun emisi 2016 dirangkaikan dengan peresmian proyek pipanisasi desa Patiddi yang digelar di patiddi Mamuju, Jumat 24/32017, hadir Wakil Bupati , Ka. Kankemenag Kabupaten Mamuju, perwakilan dari Bapak Kapolres. Kegiatan tersebut bertujuan memberi pemahaman kepada masyarakat desa dan kota sehingga tidak terjadi persepsi yang tidak diinginkan, dan tidak ada penolakan terhadap uang rupiah tahun emisi 2016.
Apresiasi kepada BI telah  melakukan suatu kegiatan yang sangat bermanfaat kepada kita dan masyarakat pedesaan untuk memahami ciri-ciri keaslian uang rupiah yang sah sebagai alat pembayaran, sosialisasi seperti ini adalah salah satu upaya untuk menepis dan menangkal isu-isu yang telah berkembang saat ini yang seanter diberitakan dimedia publik, ungkapnya.
Karena itu kita sebagai Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai bangsa yang majemuk, kaya akan budaya dan suku yang mengakui 6 agama yang diyakini oleh berbagai Bangsa Indonesia dan bersatu dalam semboyan negara kita yakni Bhinneka Tunggal Ika, atas dasar ini tidak ada alasan bagi kita untuk menolak kebijakan pemerintah dan tidak menerima uang rupiah tahun emisi 2016 sebagai transaksi Negara Indonesia, sebagai seorang muslim diperintahkan untuk taat kepada pemerintah sebagaimana ia taat kepada Allah dan Rasulnya “Atiullah wa atiurrasul wa Ulil amri minkum”,. papar H. Sufyan.
Kemudian ia himbau kepada masyarakat Mamuju khususnya dan masyakat Sulbar umumnya agar tidak berpengaruh terhadap isu- isu saat ini yang dapat mengancam eksist ensi uang rupiah tahun emisi 2016, tetapi akan berimplikasi diluar sebagai pemecah bangsa. Kemenag Mamuju, jumat 24/3/2017 (drm/Z4L).