H. SUFYAN MUBARAK : PERLU PENYERAGAMAN JADWAL WAKTU SHALAT

H. SUFYAN MUBARAK : PERLU PENYERAGAMAN JADWAL WAKTU SHALAT

Minggu, 28 Mei 2017 – 14:55:23 WIB » Diposting oleh : » Hits : 219 » Sekjen

Inmas (Mamuju), Rapat koordinasi Kemenag Mamuju dengan para Kepala Kua, pemerintah setempat dan tokoh agama , dalam rangka menyeragamkan waktu shalat, buka puasa dan imsakiyah ramadhan 2017 selama 2 hari, mulai 24 s/d  25/5/2017  dilanjutkan dengan penyerahan, CD (zikir, shalawat dan do’a), jadwal buka puasa & Imsakiyah kepada masing-masing panitia pembangunan masjid yang diserahkan lansung oleh Ka. Kankemenag Mamuju H. Sufyan Mubarak.
Waktu shalat, buka puasa & Imsakiyah telah diseragamkan dengan waktu jam BMKG (badan meteorologi,klimatologi dan Geofisika) Indonesia bagian tengah, mereka yang hadir saat penetapan waktu yang dimaksud telah disarankan untuk merubah waktu jam Hp dan jam tangan dengan atau jam dinding berpatokan kepada waktu jam BMKG, guna menyeragamkan waktu  shalat, buka puasa dan imsak. 
H. Sufyan Mubarak telah melakukan terobosan baru, sebagai upaya untuk menghilangkan perbedaan yang terjadi dalam masyarakat khususnya Kab. Mamuju, terkait dengan waktu shalat yang  terjadi selama ini. Dengan membuat rekaman (CD) zikir, shalawat dan do’a berbuka puasa dan lembar jadwal waktu buka puasa dan imsak,sesuai jumlah masjid yang ada di Kabupaten Mamuju. CD yang dibagikan dengan tujuan agar ada kesejukan bagi umat islam dalam menunaikan ibadah puasa dibulan suci ramadhan.
Ka.Kankemenag Mamuju menyampaikan kepada panitia pembangunan masjid agar menyesuaikan jam dinding masjid dengan jam BMKG, dengan membuka situs www.bmkg.go.id, jika hal ini diperhatikan maka waktu shalat diseluruh masjid yang ada di Kab. Mamuju akan seragam. 
Kembali ia mengingatkan, untuk menyemarakkan bulan suci ramadhan, diharapkan meningkatkan kegiatan yang bersifat religius setelah selesai shalat tarawih dan mengadakan perlombaan pada malam Nuzulul Qur’an dan menghindari adanya perbedaan dan duharapkan para mubaligh, dalam memberikan siraman rohani diharapkan ada “Tema” dan tidak ada unsur menyinggung, demi keutuhan dan kesatuan bangsa Indonesia. Mamuju, 25/5/2017 (drm).