Bimbingan Pengelolaan Ekonomi Keluarga Angkatan I

Mamuju (Inmas Kemenag Mamuju) Kegiatan  Bimbingan Pengelolaan Ekonomi Keluaga merupakan  kegiatan pertama dilaksanakan dalam kantor Kemenag Mamuju. Bertujuan membimbing suami isti dalam mengelola keuangan yang efektif dan efesien, untuk membentuk keluarga yang sejahtera dan harmonis.

Kegiatan ini digelar oleh Sekesi Bimas Islam Kemenag Mamuju angkatan pertama, hadir 25 pasangan  suami Istri pada tgl 3/10/2019,  Nara sunber DR. H. Syamsuhri Halim, M.Pd dan H. Usman S.Ag. M.Si.

Arahan Kepala kantor Kemenag Mamuju Syamsuhri sebelum membuka kegiatan ini , ia menyampaikan bahwa fungsi seorang istri adalah sebagai Bank  dan benteng dalam keluarga, untuk itu  istri harus cedas dalam mengelola keuangan suami dengan baik dan  jujur, agar tidak besar pasak dari pada tiang ( lebih banyak pengeluaran dari pada penghasilan), urai kepala kantor,

“sekecil apaun nilai uang penghasilan suami jika diterima dengan ikhlas dan bersyukur maka nilainya menjadi besar,  sebaliknya sebesar apapun penghasilan suami jika istri tidak bersyukur maka nilai banyak menjadi sedikit”,  selain dari itu  istri harus memiliki  lafe skill untuk membantu suami dalam memenuhi kebutuhan keluarga, dan suami harus membantu istri dalam mengurusi pekerjaan rumah tangga, jelas Syamsuhri

Insfiratif kepala kantor Agar  rumah tangga tetap statnand, “topanglah keluargamu dengan ibadah agar dilancarkan reskinya., karena sesungguhnya reski itu ada pada amalan dan usaha, pasangan suami istri  harus memiliki keyakinan yang baik dengan melaksanakan amalan  baca Al-Qur;an, sholat wajib dan sholat Sunnat Dhuha dan Tahajjud, dan menghindari perbuatan yang tidak baik”, Karena  penghalang reski ada pada sifat iri hati, dengki, prasangka buruk, suka menceritakan kejelekan orang lain, dan sifat buruk yang lainnya. ungkapnya

Lanjut disampaikan, untuk pasangan suami istri harus menerima dengan tulus dan ikhlas jenis pekerjaan yang dikerjakan demi menuju perubahan dalam rumah tangga , agar mendatangkan kebahagiaan dan kenikmatan, karena tolak ukur sebuah keluarga ada pada perubahan yang lebih baik dari hari sebelumnya. Kata Syamsuhri.

Diakhir Pesan ia katakan “Jadilah istri pencerah dalam keluarga dengan  senantiasa mendoakan suami dalam mencari nafkah agar mendatang reski yang berkah,  karena rintihan  seorang istri lebih cepat diijabah oleh Allah SWT”, ucapnya (dr).