Amanah Ka.Kankemenag H. Syamsuhri Bertugas Selaku Pembina Upacara

Foto , Humas (Abdul Rasyid)

(Humas Kemenag Mamuju). Rutinitas mingguan Upacara Hari Senin Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamuju. Ka.Kankemenag Dr. H. Syamsuhri Halim M.Pd bawakan amanahnya bertindak sebagai Pembina Upacara di halaman Kemenag Mamuju. Upacara diikuti Kasubbag TU, seluruh Pejabat Pengawas Seksi/Penyelenggara, ASN Pejabat Fungsional, ASN Pejabat Pelaksana dan Siswa prakerin SMK Negeri 1 Mamuju. Senin (16/03)

“Luruskan niat, bekerja adalah ibadah, bekerja profesional dan ikhlas, tidak mengurusi hal hal lainnya” ujar Syamsuhri

Hal tersebut dikatakan Ka.kankemenag di awal amanahnya, ia mengungkapkan bekerja adalah ibadah, mengharapkan pahala dari Allah karena ibadah bekerja kita. Olehnya mari kita bekerja dengan baik dengan tujuan mengharap ridhoNya.  Alloh sudah mengatur semuanya, tidak usah berprasangka buruk kepada siapapun tapi berbaik sangkalah kepada Allah dan mereka. bekerja adalah ibadah!!.

Selaku kepala kantor, pihaknya menuturkan bahwa kemenag Mamuju turut berduka atas meninggalnya H.Muhammad Yahya. Hal ini ia katakan kembali, agar kita senantiasa mengingat kematian.  orang yang menyelami kematian maka hidupnya indah, dan tentunya kematiannya pun akan indah.

Lanjut, menceriterakan kisah raja Amidas, seorang raja jaman Yunani Kuno yang meninggalkan istananya dan seluruh kekayaannya menuju hutan dengan obsesi meminta tangan yg sakti kepada Dewa. Berharap nantinya dengan kesaktiannya mampu menghasilkan kekayaan. mengubah apapun yang ia sentuh akan menjadi emas.

Singkat kisah dewa mengabulkan permintaan Raja, ia pun pulang kembali ke istananya. Lalu membuktikan kesaktiannya. Ketika ia menginjakkan kaki di istananya, raja menyentuh gerbang istana, seketika itu pun gerbang berubah menjadi emas, semakin dia masuk kedalam istana menyentuh benda-benda lainnya, maka benda tersebut berubah menjadi emas.

Raja Midas pun memanggil istrinya, kata Syamsuhri, ketika istrinya datang dihadapannya  ia lantas sontak memeluknya, karena rasa rindu nya yang sangat besar setelah berhari-hari meninggalkan istana. Dan yang terjadi si sang istri pun berubah menjadi emas.

Inilah bukti, lanjut kata Ka.kankemenag, bahwa harta bukanlah segalanya, harta membawa kebahagiaan atau sebaliknya kepada kita, kesengsaraan.

“Semoga kisah  ini bisa memberikan hikmah dan pelajaran kepada kita, agar tidak berlebihan mencintai dunia, tidak mengukur segala sesuatu dengan aspek keduniaan. Dan menjadi pengingat agar kita tidak dikelabui oleh kebahagiaan semu yang membahayakan, menjerumuskan”. Tutup Syamsuhri akhiri amanahnya. (Z41/Rsy)